Minggu, 01 Mei 2011

Eksistensi sosiologi dI Masyarakat

Dalam pengertian umum sosiologi merupakan studi tentang masyarakat yang mengemukakan sifat atau kebiasan manusia dalam kelompok, dengan segala kegiatan, dan kebiasaatan serta lembaga-lembaga yang penting sehingga masyarakat dapat berkembang terus dan berguna bagi kehidupan manusia karena pengaturan yang mendasar tentang hubungan manusia secara timbal balik dan juga karena faktor-faktor yang melibatkannya dalam interaksi sosial. Manusia pada kenyataannya selalu mengadakan hubungan satu dengan yang lain dan kemanapun mereka selalu mengadakan hubungan secara berulang baik secara langsung maupun tidak langsung. Segala faktor dan pola-pola kegiatannya serta konsekuensi-konsekuensi proses interaksi diantara individu dengan individu dan kelompok-kelompok adalah pokok-pokok persoalan yang penting dari sosiologi.
Menurut Waters and Crook (1990) “sociology is the systematic analysis of the structure of social behavior”. Dalam definisi ini terdapat empat elemen penting yaitu: a) tingkah laku yang dikaji adalah dalam karakter sosial (bukan individual), b) tingkah laku sosial yang dipelajari oleh sosiologi tersebut adalah berstruktur, c) penjelasan sosiologi harus bersifat analitis, d) penjelasan sosiologi adalah sistematis.
Dari definisi sosiologi di atas maka terlihat bahwa sebenarnya sosiologi mempelajari sesuatu yang sudah ada dan sosiologi seakan-akan tidak mempunyai perhatian yang khsuus. Tetapi cara sosiologi dalam mempelajari yang sudah ada tersebut sangat khas artinya berpijak pada asumsi-asumsi dasar tertentu, perspektif-perspektif tertentu, dan metodelogi tertentu. Dalam melihat fenomena dalam masyarakat sosiologi tidak hanya memberitahukan atau mendiskripsikan apa yang terajadi namun juga menerangkan, menafsirkan apa yang ada di balik fenomena tersebut berdasarkan teori atau penelitian. Misalnya saja tingkah laku sosial tertentu yang menurut kita berbeda dengan yang lain, melalui kajian sosiologi dapat menjadi kajian yang menarik dan dapat ditelusuri akar munculnya. Dengan kekuatan semacam itu berarti bahwa sosiologi adalah disiplin akademik yang mempunyai dasar teori (body of theori) yang kuat dn mempunyai metodologi yang jelas sehingga mampu menghasilkan informasi yang bermanfaat. Dengan adanya kemampuan dalam menghasilksn informasi yang bermanfaat maka sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bermanfaat maka sosiologi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang memiliki ciri-ciri tertentu yang berbeda dengan psikologi, antropologi, ekonomi, sejarah, ilmu politik, dan sebagainya, sekaligus dapat diterapkan untuk kepentingan-kepentingan praktis yang berkaitan dengan perumusan atau implementasi kiebijaksanaan.
Sedangkan ruang lingkup sosiologi dapat dipastikan lebih luas daripada ilmu pengetahuan sosial lain karena mencakup semua interaksi antara individu-individu dan kelompok-kelompok dalam lingkungan masyarakat. Sosiologi mempersatukan data-data beragam itud dari beberapa ilmu pengetahuan sosial dan dari yang lainnya sebagai suatu dasar bagi pengertiannya.
Dengan demikian sosiologi dihubungkan dengn kejadian-kejadian sejarah sepanjang kejadian itu memberi keterangan beserta uraian tentang proses kelangsungan hidup kelompok-kelompok atau atas ketahanan-ketahanan yang umum pada beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok-kelompok manusia. Contohnya, riwayat dari suatu kelembagaan dapat dipelajari sehubungn dengan penyikapan, faktor-faktor, dan keanekaragaman hubungan-hubungan yang meliputi kejadian-kejadian dan riwayat lembaga-lembaga tersebut.
Sejauh ini kita telah mendefinisikan sosiologi dengan membahas karakteristik yang membedakan suatu disiplin ilmu dengan disiplin yang lain. Sekarang perlu dilihat bahwa sosiologi bukan di dalam kerangka-kerangka logis atau ideal, namun dalam kerangka-kerangka bentuk-bentuk terorganisir yang diapati di lapangan.
Ketika sosiologi muncul sebagai ilmu yang baru, sekitar abad ke-18, jangkauan sosiologi sangat luas dan komparatif, meliputi perkembangan manusia. Di bawah dampak revolusi Darwin, kebanyakan sosiolog abad ke-19 seperti Marx, Saint-Simmon, Comte, Spencer, semuanya mengembangkan skema-skema evolusioner yang meliputi semua organisasi sosial yang dikenal saat itu. Akan tetapi pada akhir abad 19 dan awal abad 20, terjadi pembelokan dari studi komparatif dan pengembangan itu ke arah masyarakat industri yang kotemporer, biasanya di sekitar lingkungan masyarakat dimana para tokoh-tokoh sosiologi itu hidup. Misalnya saja Herbert Spencer dimana ia mengelompokkan masayarakat dalam dua kelompok yaitu kelompok industri dan kelompok militer.
Dalam mendasari pergeseran perhatian terdapat asumsi bahwa negara-negara industrial yang ntmendominasi waktu itu dan bahwa selebihnya adalah masyarakat-masyarakat tradisional yang agak teringgal. Maka sosiologi menjadi kurang silang kultural dan kurang historis, terutama memusatkan pada masyarakat kotemporer.
Hilangnya visi historis dan komparatif ini telah bertahan sampai sekarang, walaupun akhir-akhir ini telah tumbuh minat dalam masalah-masalah pembangunan yang lebih besar di bawah rangsangan naiknya masyarakat revolusioner baru, misalnya Cina, Jepang, ke panggung dunia dan transformasi banyak bekas-bekas koloni menjadi negara-negara yang merdeka dan semuanya bertekat untuk menuju modernisasi. Maka pada abad ini sosiologi memusatkan perhatian pada analisis sistem-sistem sosial dari beberapa masyarakat maju.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang selalu berkembang menurut zamannya. Seperti halnya kini ketika kita berada di era modernisasipun sosiologi juga memusatkan perhatiannya untuk mengkaji atau menganalisis sistem sosial pada masyarakat yang maju. Bahkan juga menganalisis tentang bagaimana menganalisis dampak dari adanya modernisasi dan cara menanggulangi hal tersebut. Selain itu jika kita melihat perkembangan teori sosiologi maka akan dimulai dari teori sosiologi klasik, hingga teori sosiologi kotemporer. Sehingga sebenarnya sosiologi selalu eksis di masyarakat, karena ia selalu menkaji perkembangan dan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar